Cahaya Perubahan, Rejang Lebong - Secara tegas, Bupati Rejag Lebong Fiktri Thobari menegaskan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup sudah berbenah atas sejumlah permasalahan yang dihadapi selama ini. Salah satunya penyediaan layanan kesehatan yang memadai.
Mulai dari pelayanan cuci darah, ketersediaan rawat inap yang layak, serta pelayanan lain. Secara fisik bangunan rumah sakit hingga kini terus direhab agar sesuai standar dan ramah terhadap lansia
Seperti halnya Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di rumah sakit itu telah mencapai sekitar 70-80 persen. Sesuai aturan kini rumah sakit di Indonesia harus memenuhi standar yang juga direkomendasikan oleh BPJS, yakni 1 kamar maksimal 4 pasien.
Setiap kamar KRIS akan dilengkapi instalasi Oksigen Central dan menampung empat tempat tidur dengan 12 indikator penunjang, di antaranya AC, kamar mandi, tirai, Oksigen Central, dan sistem panggilan perawat (call bell). Jarak antar tempat tidur 1,5 meter, membuat pasien lebih nyaman dan privat dibandingkan sebelumnya yang satu kamar menampung enam tempat tidur
Selain itu juga penyediaan ruang cathlab, CT Scan, stokre, jantung, unefrologi. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan layanan yang lebih baik, serta tidak harus dirujuk ke luar daerah.
Fikri memastikan RSUD Curup akan menjadi rujukan utama masyarakat di Rejang Lebong dan sekitarnya. Sehingga tak perlu merujuk ke RS di luar daerah.
Sementara itu, plt Direktur RSUD Curup, drg Asep Setia Budiman mengatakan jiks fokus utama pembenahan diarahkan pada penyelesaian pembangunan dan rehabilitasi fasilitas rawat inap, termasuk penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
“Alhamdulillah, hampir seluruh program yang direncanakan pada tahun 2025 dapat diselesaikan. Di antaranya penyelesaian gedung rawat inap KRIS serta rehabilitasi ruang rawat inap dari lantai satu hingga lantai empat," ujarnya.
Selain itu, management RSUD Curup saat ini juga mendorong inovasi pelayanan di setiap unit kerja.
“Kami mendorong seluruh kepala ruangan untuk terus berinovasi. Perubahan tidak hanya terlihat dari bangunan, tetapi juga dari sikap dan cara melayani pasien,” tambahnya. (Red)

Tulisan ini memiliki 0 komentar