banner

Minggu, 29 Maret 2026

author photo


Cahaya Perubahan
, Rejang Lebong - Secara tegas, Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong (RL), drg. Asep Setia Budiman memastikan seluruh program dan kegiatan kesehatan untuk tahun anggaran 2026 telah direncanakan secara matang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang.


Asep juga  mengatakan jika perencanaan tersebut mencakup seluruh bidang, mulai dari kesekretariatan, kesehatan masyarakat, penanggulangan penyakit, sumber daya kesehatan hingga pelayanan kesehatan.


“Yang jelas untuk kegiatan Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong tahun 2026 itu sudah direncanakan sesuai dengan kegiatan pokok dari setiap bidang,” kata Asep saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Ditambahkannya, skala prioritas utama Dinkes tetap mengacu pada pemenuhan hak dasar masyarakat di bidang kesehatan. Setiap warga yang sakit, harus mendapatkan pelayanan yang layak dan terakomodir oleh pemerintah daerah.


“Kesehatan ini merupakan hak mutlak masyarakat yang memang harus kita akomodir, termasuk program Universal Health Coverage (UHC), tentunya disesuaikan dengan kondisi dan situasi anggaran daerah,” ujarnya.


Asep juga menegaskan, fokus program kesehatan juga sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong yang menempatkan pelayanan kesehatan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah.


Pada tahun 2026, Dinkes Rejang Lebong juga akan menggenjot program imunisasi, baik untuk anak sekolah maupun ibu hamil. Program ini diharapkan mampu mendukung pencapaian target nasional


Imunisasi anak sekolah dan imunisasi ibu hamil harus kita galakkan. Jangan sampai target nasional tidak tercapai di Rejang Lebong,” tegasnya.


Selain itu, pihaknya juga akan melaksanakan Bulan Imunisasi Nasional yang diperkirakan berlangsung pada Februari hingga Agustus 2026, dengan sasaran utama sekolah-sekolah.


Di bidang penanggulangan penyakit, Dinkes Rejang Lebong memberikan perhatian khusus terhadap penyakit tuberkulosis (TBC) yang masih tergolong endemis di sejumlah wilayah.


“Memang sudah merata, tapi ada kantong-kantong TBC seperti di Curup Kota dan Padang Ulak Tanding. Karena itu dilakukan pelacakan, surveilans, dan pengobatan bagi pasien positif,” jelas Asep.


Penanganan TBC dilakukan melalui program strategis Gerakan Terpadu Aksi TBC (GERTAK TBC), termasuk pendampingan pasien agar tidak putus obat selama masa pengobatan enam bulan. Program ini juga mendapat dukungan dari Global Fund sebagai mitra Kementerian Kesehatan.


Selain TBC, Dinkes Rejang Lebong juga menjadikan kecacingan sebagai program prioritas. Pemberian obat cacing secara massal direncanakan menyasar anak PAUD, TK, hingga SD.


“Obat-obatannya akan kita siapkan terlebih dahulu, lalu diinformasikan ke puskesmas,” katanya.


Di sektor kesehatan lingkungan, Dinkes menyoroti pentingnya kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).


“Lingkungan yang tidak bersih, air tergenang, saluran air tersumbat itu sangat berisiko. Makanya ada program Jumat Bersih untuk membiasakan lingkungan yang sehat,” ujarnya


Asep mengingatkan, DBD merupakan penyakit berbahaya yang bisa berujung kematian jika tidak ditangani secara cepat dan tepat

Selain program kesehatan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan fasilitas kesehatan juga menjadi perhatian. Sejumlah puskesmas dinilai perlu rehabilitasi maupun penambahan alat kesehatan dan tenaga medis.


“Sebagian besar sudah bagus, tapi ada yang perlu direhab atau dilengkapi alat dan SDM-nya agar pelayanan benar-benar terjangkau oleh masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Beriklan

Tulisan ini memiliki 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

banner