Cahaya Perubahan, Rejang Lebong - Secara tegas, Sekretaris Daerah (Sekda) Rejang Lebong, Iwan Sumantri Badar, SE, MM mengatakan jika saat ini Kabupaten Rejang Lebong merupakan salah satu target intervensi dalam program nasional gerakan pangan aman dan gerakan masyarakat hidup sehat sadar pangan aman. Hal ini disampaikan Sekda Rejang Lebong saat secara resmi membuka kegiatan Forum Komunikasi Publik Peningkatan Pelayanan Loka POM yang digelar di aula Loka POM pukul 08.30 WIB, Rabu (8/4/2026).
Forum advokasi komitmen Lintas Sektor Keamanan Pangan dan Gerakan Hidup Sehat Sadar Pangan Aman atau GERMAS SAPA merupakan bagian penting dari upaya berkelanjutan Loka POM dalam mewujudkan keamanan pangan. Dan Rejang Lebong merupakan salah satu target intervensi dalam program nasional gerakan pangan aman dan gerakan masyarakat hidup sehat sadar pangan aman,’’ kata Sekda.
Dikatakan, perkembangan era digital membawa dinamika baru dalam pengawasan obat dan makanan. Akses informasi dan transaksi online yang semakin massif menuntut BPOM untuk beradaptasi. Baik dalam sistem pengawasan maupun dalam literasi public. Oleh karena itu sinergi dengan lintas sektor menjadi sangat penting. Tidak hanya dalam pengawasan Namun juga dalam menyampaikan edukasi, advokasi, dan pemberdayaan masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas.
‘’Forum ini menjadi wadah untuk menjalin komunikasi dua arah antara BPOM dan stakeholder, sehingga kebijakan dapat disusun secara inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,’’ ujar Sekda.
Usai membuka forum, Sekda bersama Kepala Loka POM dan beberapa kepala dinas menandatangani berita acara agenda. Serta Kepala Loka POM memberikan cinderamata kepada Sekda.
Untuk diketahui, Forum komunikasi public ini dihadiri Kadis Kominfo, Dra. Upik Zumratul Aini, MSi, Kadis Perindagkop dan UKM, Anes Rahman, S.Sos, M.Sos, Kadis DP3APP-KB, Gusti Maria, SH, MH, Kepala Bappeda, Afreda Rotua Purba, S.Hut, M.Ling. Serta perwakilan Dinas PMD, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, IAIN dan Akrel. Termasuk perwakilan kepala sekolah SD, SMP, AAI dan Ormas.
Forum menampilkan 3 narasumber. Yakni, Kepala Loka POM, Pupa Feshirawan Putra, S.Farm, Apt mengedepankan materi berjudul: ‘’Survey Kepuasan Masyarakat dan Pelayanan Publik oleh BPOM’’. Dilanjutkan Cicilya Yuliana, ST dengan materi : ‘’Standar Pelayanan Publik 2025 dan Draft Standar Pelayanan Public 2026’’. Disusul Novi Hari Trianti, S.Farm. dengan materi tentang : 3 Program Nasional BPOM (Desa Pangan Aman, Sekolah dengan Pemberdayaan Pangan Aman dan Pasar Pangan Aman’’.
Sementara itu, Kepala Loka POM, Pupa Feshirawan, S.Farm, Apt menyampaikan, BPOM memiliki mandat besar dalam pengawasan obat dan makanan. Tujuannya untuk melindungi kesehatan masyarakat. Namun, mandat ini tidak mungkin tercapai secara optimal tanpa dukungan birokrasi yang bersih, kapabel dan responsive.
‘’Untuk itu Kegiatan advokasi ini lintas sektor yang dilaksanakan hari ini merupakan komitmen nyata dari Loka POM Rejang Lebong dalam membangun SDM Indonesia yang unggul dan berdaya saing dalam mewujudkan Indonesia Emas 2025,’’ tutur Pupa.
BPOM, lanjut Pupa, terus berupaya meningkatkan pelayanan public dalam bentuk proses premarket meliputi pendaftaran produk termasuk didalamnya mekanisme pemberian surat keterangan ekspor dan surat keterangan impor.
‘’Usaha ini selalu diperbaiki dan ditingkatkan sesuai kondisi terkini. Pelayanan public dalam rangka pendaftaran pangan olahan telah mengalami banyak perubahan, debirokrasi dan deregulasi diterapkan untuk memberikan kemudahan kepada pelaku usaha. Khususnya dalam mendapatkan Nomor izin edar tanpa mengabaikan aspek keamanan, mutu dan kemanfaatan produk. Perbaikan pelayanan public di lingkungan BPOM belum sepenuhnya diketahui masyarakat luas maupun pelaku usaha,’’ terang Pupa. (Red)



Tulisan ini memiliki 0 komentar