banner

Selasa, 02 Juni 2026

author photo


Cahaya Perubahan
, Rejang Lebong - Dandim 0409 Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla menyatakan jika Komando Distrik Militer (Kodim) 0409/Rejang Lebong menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat di wilayah Provinsi Bengkulu, khususnya di Kabupaten Rejang Lebong.


Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla saat menghadiri rapat evaluasi Program Cetak Sawah Rakyat Tahun 2025, sekaligus pembahasan percepatan penyelesaian permasalahan irigasi di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin 2 Juni 2026.


Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Herwan Antoni itu membahas perkembangan program cetak sawah yang menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.


Berdasarkan laporan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, pada tahun 2025 Bengkulu memperoleh alokasi program cetak sawah seluas 2.200 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.542,57 hektare telah memiliki Survey Investigasi dan Desain (SID), sedangkan 861,9 hektare sudah memasuki tahap konstruksi.


Selain itu, sebagian lahan yang telah selesai dicetak juga telah dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Tercatat sekitar 319,9 hektare telah memasuki masa tanam hingga panen yang tersebar di Kabupaten Bengkulu Utara, Seluma, dan Rejang Lebong.


Salah satu perhatian utama dalam rapat tersebut adalah lahan cetak sawah di Desa Tanjung Gelang, Kabupaten Rejang Lebong. Sekitar 572 hektare lahan yang telah dicetak hingga saat ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena belum tersedianya pasokan air irigasi yang memadai.


Menanggapi kondisi tersebut, Dandim 0409/Rejang Lebong menegaskan kesiapan TNI untuk mendukung percepatan penyelesaian berbagai kendala yang menghambat pemanfaatan lahan pertanian, khususnya persoalan irigasi.


“TNI siap mendukung program cetak sawah ini secara maksimal. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Balai Wilayah Sungai, instansi teknis terkait, serta masyarakat dalam upaya mempercepat penyelesaian permasalahan irigasi sehingga lahan yang telah dicetak dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Akan kita maksimalkan,” tegas Dandim.


Menurutnya, keberhasilan program cetak sawah tidak hanya ditentukan oleh pembukaan lahan baru, tetapi juga harus diikuti dengan tersedianya infrastruktur pendukung, terutama sistem irigasi yang mampu menjamin kebutuhan air bagi lahan pertanian.


"Penyelesaian persoalan irigasi memerlukan kajian teknis yang matang dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga ahli hidrologi, agar solusi yang diterapkan sesuai dengan kondisi geografis dan kontur wilayah setempat," tambah Dandim.


Sementara itu, Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya memastikan seluruh lahan cetak sawah dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Menurutnya, program yang telah berjalan baik tidak boleh terhambat hanya karena persoalan distribusi air.


"Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pembangunan jaringan perpipaan dan koordinasi dengan pemerintah pusat. Namun masih diperlukan kajian teknis lanjutan untuk mengalirkan air ke kawasan sawah dengan kondisi kontur tertentu," tandasnya.


Dalam rapat tersebut juga dijelaskan bahwa berbagai langkah telah dilakukan pemerintah, mulai dari pembangunan jaringan perpipaan hingga koordinasi dengan pemerintah pusat guna mendapatkan dukungan tambahan untuk penyempurnaan sarana irigasi.


Selain melakukan evaluasi program tahun 2025, rapat juga membahas rencana pelaksanaan program cetak sawah tahun 2026. Provinsi Bengkulu mendapat indikasi alokasi lahan cetak sawah seluas 5.000 hingga 6.000 hektare dari Kementerian Pertanian. Saat ini pemerintah daerah masih menunggu usulan lokasi dari kabupaten dan kota sebagai dasar penyusunan Survey Investigasi dan Desain (SID).


Melalui sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, Balai Wilayah Sungai, dan TNI, diharapkan berbagai kendala yang ada dapat segera diatasi sehingga program cetak sawah mampu meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Bengkulu, khususnya di Kabupaten Rejang Lebong. (Red)

Beriklan

Tulisan ini memiliki 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

banner