Cahaya Perubahan, Rejang Lebong - Pembangunan Jembatan ARMCO di Desa Pahlawan Kecamatan Curup Utara yang dilaksanakan oleh Kodim 0409 Rejang Lebong terus menunjukkan progress yang siqnifikan. Bahkan, saat ini, Senin (6/7/2026) TNI dan Warga tengah fokus mulai melakukan perakitan armco dan pemasangan batu belah.
Untuk diketahui, perakitan pipa baja bergelombang (Armco) dan pemasangan batu belah umumnya saling melengkapi dalam konstruksi saluran air atau gorong-gorong. Pasangan batu belah berfungsi sebagai pondasi atau dinding penahan struktur, sedangkan Armco dirakit untuk membentuk terowongan air dan ditimbun dengan material padat.
Untuk diketahui, jembatan yang dibangun sebagai akses penghubung antara wilayah dusun 2 dan Dusun 3 Desa Pahlawan. Jembatan tersebut merupakan akses utama bagi warga setempat untuk digunakan oleh anak - anak menuju sarana sekolah serta digunakan Warga untuk menuju ke pusat layanan kesehatan terdekat.
Jembatan yang dibangun memiliki panjang 14 meter dan lebar 5 meter. Jembatan ini dibangun dengan semangat kebersamaan antara TNI dan Warga setempat.
Jembatan tersebut diproyeksikan akan menjadi jalur utama lalu lintas anak sekolah dan akses masyarakat menuju Polindes Desa Pahlawan yang selama ini terisolir saat musim hujan.
Dandim 0409 Rejang Lebong, Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr. Opsla menjelaskan alasan pemilihan jembatan tipe ARMCO.
“Jembatan Armco adalah jenis jembatan yang menggunakan gorong-gorong baja bergelombang sebagai fondasi atau struktur utamanya. Bentuknya setengah lingkaran yang ditanam dan ditimbun tanah di atasnya untuk dilintasi kendaraan,” ungkapnya.
Dandim menambahkan, istilah “Armco” diambil dari American Rolling Mill Company, pelopor material baja bergelombang. Keunggulannya disebut sangat cocok untuk daerah terpencil.
“Jenis jembatan ini sangat populer karena proses instalasinya yang cepat, biaya yang lebih ekonomis dibandingkan jembatan beton, serta mampu menahan beban berat karena bentuk lengkungannya menyebarkan tekanan dengan merata,” tegasnya.
Pembangunan jembatan ini melibatkan 6 personel TNI, 2 orang teknisi, dan 12 warga setempat. Semangat gotong royong menjadi kunci dimulainya proyek infrastruktur ini.
“Di Indonesia, jembatan ini sangat sering digunakan dalam program pembangunan infrastruktur pedesaan dan daerah terpencil oleh TNI untuk membuka akses jalan yang terputus, melancarkan distribusi hasil pertanian, dan menghubungkan antar desa,” jelas Dandim.
Dengan adanya pembangunan jembatan ini, Pemkab Rejang Lebong dan Kodim 0409 RL berharap konektivitas, ekonomi, dan pelayanan kesehatan di Desa Pahlawan akan meningkat signifikan.(Red/rilis)

Tulisan ini memiliki 0 komentar