banner

Jumat, 17 Juli 2026

author photo


Cahaya Perubahan
, Rejang Lebong - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 yang digelar oleh SDN 7 Rejang Lebong selama lima hari sejak tanggal 13-17 Juli 2026 berakhir. Kegiatan ditutup dengan menggelar seminar parenting, Jumat (17/7/2026).


Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan menanamkan pemahaman jika pendidikan anak tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Peran keluarga, terutama orang tua menjadi fondasi utama yang menentukan keberhasilan proses belajar seorang anak.


Seminar Parenting berlangsung lancar dengan menghadirkan seorang psikolog sebagai narasumber. Kegiatan tersebut diikuti para wali murid dan dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik.


Kepala SDN 7 Rejang Lebong, Tri Handayani, mengatakan, seminar parenting telah menjadi agenda rutin sekolah selama empat tahun terakhir pada setiap puncak pelaksanaan MPLS.


Menurut dia, pendidikan yang efektif membutuhkan keterlibatan aktif antara sekolah dan para orang tua agar anak memperoleh pola pengasuhan yang sejalan baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.


"Selama empat tahun terakhir kami selalu menghadirkan psikolog pada puncak MPLS. Tujuannya adalah memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan siswa melalui seminar parenting," kata Tri.


Dia menuturkan, manfaat dari sinergi tersebut telah dirasakan secara nyata oleh sekolah maupun para orang tua. Berbagai program dan target pendidikan yang ditetapkan sekolah dapat berjalan sesuai harapan karena adanya dukungan dan komunikasi yang baik dari keluarga siswa.


"Pendidikan sesungguhnya dimulai dari rumah, kemudian dilanjutkan di sekolah. Karena itu pola asuh yang baik perlu dipahami bersama agar anak mendapatkan pendampingan yang tepat di kedua lingkungan tersebut," ujarnya.


Tri juga menegaskan, salah satu indikator keberhasilan kolaborasi tersebut terlihat dari tingginya partisipasi orang tua selama pelaksanaan MPLS tahun ini.


Terlihat ada sekitar 40 persen siswa baru yang diantar langsung oleh ayah mereka ke sekolah. Angka tersebut dinilai cukup menggembirakan karena menunjukkan semakin meningkatnya keterlibatan sosok ayah dalam proses pendidikan anak.


Terlebih lagi, sambungnya, hal itu juga sejalan dengan program yang tengah didorong pemerintah untuk meningkatkan peran ayah dalam mendampingi anak, termasuk pada momentum mengantar anak ke sekolah saat pelaksanaan MPLS.


"Alhamdulillah antusiasme siswa dan orang tua sangat tinggi. Sekitar 40 persen siswa diantar oleh figur seorang ayah selama kegiatan berlangsung," kata Tri.


Disisi lain Tri menambahkan, pihak sekolah juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas bagi para orang tua untuk menyampaikan masukan, kritik, maupun gagasan demi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.


"Kami ingin orang tua menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan dan pengembangan sekolah. Semua kritik yang membangun akan menjadi bahan evaluasi agar SDN 7 Rejang Lebong semakin baik ke depannya," ujar dia.


Sementara itu, Ketua Komite SDN 7 Rejang Lebong, Feri Senovil, menilai langkah yang dilakukan sekolah melalui seminar parenting merupakan bentuk inovasi yang relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.


Menurut dia, pendidikan karakter tidak mungkin sepenuhnya dibebankan kepada sekolah tanpa dukungan keluarga.


"Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Sekolah memiliki peran penting, tetapi orang tua juga memiliki kewajiban yang sama dalam membimbing dan mendidik anak di rumah," kata Feri.


Dia berharap, kegiatan serupa dapat terus dipertahankan dan dikembangkan dengan berbagai inovasi baru agar hubungan antara sekolah dan keluarga semakin kuat.


Disisi lain, salah seorang wali murid, Indra, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan seminar parenting yang diikuti pada hari terakhir MPLS tersebut.


Menurut dia, materi yang disampaikan psikolog memberikan pemahaman baru tentang pentingnya pola asuh dan komunikasi dalam mendukung perkembangan anak.


"Kami menjadi lebih memahami bagaimana mendampingi anak dalam proses belajar dan tumbuh kembangnya. Kami juga akan terus menjalin komunikasi yang baik dengan para guru dan pihak sekolah," ujarnya.


Indra menilai, SDN 7 Rejang Lebong saat ini telah menjadi salah satu sekolah favorit di Kabupaten Rejang Lebong. Karena tidak hanya fokus pada prestasi akademik saha, SDN 7 Rejang Lebong juga memperhatikan pembentukan karakter peserta didik.


"Saya berharap SDN 7 Rejang Lebong bisa terus berkembang dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan serta prestasi siswa pada masa mendatang," singkatnya.


Melalui pendekatan yang melibatkan keluarga sejak awal tahun ajaran, SDN 7 Rejang Lebong mencoba menghadirkan pendidikan sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya milik sekolah semata.


Di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, kolaborasi antara sekolah dan orang tua menjadi modal penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan kemampuan sosial yang baik. (Red)

Beriklan

Tulisan ini memiliki 0 komentar

This Is The Newest Post
Previous article Previous Post

Advertisement

banner