banner

Senin, 14 September 2026

author photo


Cahaya Perubahan
, Rejang Lebong - SANAKNET Qosidah Competition 2026 yang digelar di GOR Curup, Selasa (15/9/2026) berlangsung meriah. Sebanyak 50 grup qosidah wanita dari berbagai wilayah di Kabupaten Rejang Lebong mengikuti event yang digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW oleh SANAKNET Event Organizer Kabupaten Rejang Lebong tersebut. Peserta berlomba lomba dalam melantunkan lagu-lagu Islami dan pujian kepada Rasulullah SAW.


Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasul, Merajut Ukhuwah Umat”, kegiatan yang digelar selama dua hari, 15-16 September 2026 ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan seni Islami. SANAKNET menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya bernuansa religi.


Menariknya, kompetisi tersebut dibuka secara khusus bagi grup qosidah wanita se-Kabupaten Rejang Lebong tanpa dipungut biaya pendaftaran, alias gratis. Antusiasme peserta pun terlihat dari terpenuhinya kuota yang ditetapkan panitia, yakni sebanyak 50 grup pendaftar pertama.


Dalam kompetisi ini, setiap peserta ditantang membawakan lagu wajib “Magadir” serta satu lagu pilihan. Panitia menyediakan tiga pilihan lagu, yakni “Muhammad Matahari Dunia”, “Sejadah Merah” dan “Bismillah”.


Persaingan untuk menjadi yang terbaik dipastikan berlangsung menarik. Para peserta akan memperebutkan posisi Juara 1, Juara 2, Juara 3, serta Juara Harapan 1, 2 dan 3.


Tak hanya membawa pulang trofi dan sertifikat, para pemenang juga mendapatkan uang pembinaan. Secara keseluruhan, SANAKNET menyiapkan total hadiah mencapai Rp10 juta.


Selain itu untuk menambah semarak kompetisi, panitia juga menyiapkan penghargaan khusus bagi peserta yang dinilai memiliki Busana Terbaik dan Kreografi Terbaik.


Pembina SANAKNET Kabupaten Rejang Lebong, Pera Hariyani, mengatakan, kegiatan tersebut sejak awal dirancang bukan semata-mata untuk mencari grup qosidah terbaik, melainkan menjadi wadah mempertemukan masyarakat dari berbagai wilayah dalam suasana penuh kebersamaan.


Menurut dia, peserta yang hadir berasal dari berbagai kecamatan dan desa dengan latar belakang yang beragam. Namun melalui lantunan qosidah dan kecintaan kepada Rasulullah SAW, seluruhnya dapat dipertemukan dalam satu semangat persaudaraan.


"Festival Qosidah ini bukan hanya ajang lomba. Yang lebih utama adalah silaturahmi. Di tempat ini kita berkumpul dari berbagai kecamatan, berbagai desa, berbagai latar belakang. Apalagi kegiatan qosidah seperti ini sudah sangat jarang diadakan di wilayah Kabupaten Rejang Lebong,” ujar Pera.


Dia mengingatkan, bahwa silaturahmi merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Pesan tersebut, kata dia, sejalan dengan keteladanan Rasulullah SAW yang senantiasa mengajarkan umatnya untuk menjaga persaudaraan.


"Rasulullah bersabda: Sambunglah silaturahmi, maka Allah akan lapangkan rezeki dan panjangkan umurmu,” lanjutnya.

Pera juga menilai, keberadaan kegiatan seperti SANAKNET Qosidah Competition juga memiliki nilai penting dalam menjaga keberlangsungan seni Islami di tengah masyarakat.


Qosidah, menurutnya, tidak hanya menjadi hiburan, tetapi dapat menjadi media dakwah yang menyampaikan pesan-pesan kebaikan sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat.


"Tidak ada yang lebih indah selain hati yang bersatu dalam zikir dan doa. Kepada para peserta, jadikan festival ini motivasi untuk terus belajar, berakhlak, dan menjadi duta-duta dakwah melalui seni,” pesannya.


Dia berharap, dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan kebudayaan di Kabupaten Rejang Lebong dapat terus diperkuat, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.


Pera juga mengajak seluruh peserta dan pihak yang terlibat agar tidak menjadikan momentum tersebut berhenti sebatas kompetisi. Silaturahmi yang telah terbangun diharapkan dapat terus dirawat setelah kegiatan berakhir.


"Terima kasih atas dukungannya. Mari kita jadikan Rejang Lebong sebagai daerah yang religius, rukun, dan berbudaya. Silaturahmi yang terbangun hari ini jangan berhenti di sini. Mari kita jaga kebersamaan ini demi kemajuan SANAKNET dan demi keberkahan untuk Rejang Lebong yang kita cintai,” pungkasnya.


Melalui SANAKNET Qosidah Competition 2026, semangat memperingati Maulid Nabi akhirnya tidak hanya hadir melalui rangkaian acara seremonial. SANAKNET membawa peringatan tersebut menjadi sebuah perjumpaan masyarakat, tempat suara-suara qosidah bergema, persaudaraan kembali dirajut, dan pesan keteladanan Rasulullah SAW disampaikan melalui seni yang dekat dengan kehidupan umat.


Untuk diketahui, selama kompetisi berlangsung, SANAKNET juga menyediakan kamera 360 derajat untuk para peserta dan penonton di lokasi. Serta menggandeng para UMKM dan memperbolehkan mereka berjualan di dalam lokasi gedung tempat kompetisi berlangsung. (Red/Rilis)

Beriklan

Tulisan ini memiliki 0 komentar

This Is The Newest Post
Previous article Previous Post

Advertisement

banner