banner

Jumat, 11 September 2026

author photo


Cahaya Perubahan
, Kepahiang - Suara masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Kepahiang. Hal inilah yang kembali dilakukan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kepahiang melalui kegiatan reses masa sidang kedua tahun 2026, yang dilaksanakan secara serentak di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing, Senin (24/8/2026).


Dalam kegiatan tersebut, para wakil rakyat turun langsung menemui masyarakat untuk mendengar berbagai aspirasi, masukan hingga persoalan yang dihadapi warga di wilayah masing-masing.


Bagi masyarakat, reses menjadi ruang untuk menyampaikan langsung kebutuhan yang dianggap mendesak dan membutuhkan perhatian pemerintah.


Berbagai persoalan pun menjadi bahan pembahasan, mulai dari pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga sektor perekonomian masyarakat.


Pertemuan langsung seperti ini dinilai penting, mengingat kebutuhan masyarakat di setiap wilayah tidak selalu sama.


Apa yang menjadi persoalan di satu Dapil, belum tentu menjadi persoalan di Dapil lainnya. Karena itu, turun langsung ke tengah masyarakat menjadi salah satu cara bagi anggota DPRD untuk mengetahui kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan.


Ketua DPRD Kabupaten Kepahiang Gregory Dayefiandro, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda rutin lembaga legislatif.


Menurutnya, aspirasi yang disampaikan masyarakat harus menjadi bahan penting dalam pembahasan dan penyusunan kebijakan pembangunan daerah.


“Reses ini merupakan kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami tampung dan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan DPRD,” ujar Gregory.


Ia menambahkan, komunikasi langsung antara masyarakat dengan wakil rakyat perlu terus dibangun agar program pembangunan yang direncanakan pemerintah benar-benar memiliki dasar kebutuhan yang jelas.


“Kami ingin pembangunan ke depan semakin tepat sasaran. Karena itu, suara masyarakat dari setiap daerah pemilihan menjadi bagian penting dalam menentukan apa yang harus menjadi perhatian dan prioritas,” tegasnya.


Aspirasi yang berhasil dihimpun dalam pelaksanaan reses selanjutnya akan menjadi bahan bagi masing-masing anggota DPRD untuk diperjuangkan melalui lembaga legislatif dan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kepahiang, sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku.


Bagi DPRD, reses bukan hanya tentang mendengar keluhan masyarakat.


Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah melalui wakil-wakil yang mereka pilih.


Sebab, pembangunan yang baik tidak hanya lahir dari ruang rapat, tetapi juga dari suara masyarakat yang merasakan langsung apa yang masih kurang dan apa yang paling mereka butuhkan.


Melalui reses masa sidang kedua tahun 2026 ini, DPRD Kabupaten Kepahiang berharap komunikasi dengan masyarakat semakin terbuka dan aspirasi yang dihimpun dapat menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran, berkeadilan dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. (Red)

Beriklan

Tulisan ini memiliki 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

banner