banner

Jumat, 30 Oktober 2026

author photo


Cahaya Perubahan
, Rejang Lebong - Penantian panjang SMPN 11 Rejang Lebong untuk mendapatkan perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) di sekolah yang berlokasi di Kecamatan Padang Ulak Tanding akhirnya berbuah nyata. Setelah bertahun-tahun bertahan dengan kondisi bangunan yang mulai usang, sejumlah fasilitas pendidikan di sekolah tersebut kini direvitalisasi melalui Program Strategis Nasional (PSN).


Dimulainya pembangunan ditandai dengan pelaksanaan titik nol di lingkungan SMPN 11 Rejang Lebong pada 11 Agustus 2026 lalu. Titik nol disaksikan langsung oleh Kepala Bidang SMP, Kabid SMP, Bayu Panji Aji ST. M.Si, Kapolsek PUT, AKP Edi Hermanto Purba SH,MH, Kepala Sekolah SMPN 11 Rejang Lebong, Afrizon Hasbi M.Pd, tim Teknis Revitalisasi, Tim P2SP, perangkat Desa setempat dan Dewan Guru SMPN II Rejang Lebong.


Kepala Sekolah SMPN II Rejang Lebong, Afrizon Hasbi M.Pd mengatakan, bagi pihak sekolah, program revitalisasi ini menjadi momentum yang telah lama dinantikan. Perbaikan sarana dan prasarana sekolah yang Ia pimpin memang pernah dilaksanakan pada tahun 2008 dan 2015 lalu, namun hanya sebatas rehabilitasi ringan. Setelah itu, selama bertahun-tahun tidak ada lagi pembangunan maupun rehabilitasi besar yang dilakukan di SMPN II Rejang Lebong.


“Terima kasih kami ucapkan kepada Pak Presiden dan kementerian terkait serta Dinas Pendidikan Rejang Lebong yang telah mempercayakan pelaksanaan program revitalisasi di sekolah kami. Alhamdulilah, akhirnya setelah menanti lama, sejumlah ruang kelas yang sudah mulai usang ini diperbaiki,” ujar Afrizon saat diwawancarai, Sabtu (31/10/2026).


Dia menyampaikan, melalui program revitalisasi ini, ada sejumlah bangunan yang direhab. Ada 7 ruang kelas yang direhabilitasi, ruang laboratorium komputer, perpustakaan, ruang UKS dan toilet dengan total anggaran mencapai Rp 1,2 milyar.


"Untuk gedung yang kita rehab ini kondisinya memang sudah sangat usang dan terakhir di perbaiki pada tahun 2008 lalu. Berbagai item pembangunan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan sekolah yang sebelumnya telah diusulkan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik),” kata Afrizon.


Afrizon juga menegaskan jika pihak sekolah berkomitmen melaksanakan dan mengawal pembangunan secara maksimal sesuai dengan jumlah pekerjaan serta petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan


“Saya sangat berharap dengan adanya program revitalisasi ini, para siswa bisa lebih aktif dan kreatif dalam belajar. Kepada dewan guru saya berharap agar lebih profesional dalam memberikan pendidikan dan membimbing siswa," ujarnya.


Dia pun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengawasi proses pembangunan agar program revitalisasi benar-benar dilaksanakan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat bagi sekolah serta para peserta didik.


“Kami mohon kepada seluruh pihak agar sama-sama mengawasi pelaksanaan pembangunan,” pintanya.


Sementara itu, Kepala Disdikbud Rejang Lebong Zakaria Efendi, M.Pd. melalui Kepala Bidang SMP, Bayu Panji Aji ST. M.Si mengatakan jika pihaknya akan memberikan dukungan maksimal kepada SMPN II Rejang Lebong selama pelaksanaan program revitalisasi berlangsung.


Bayu berharap, seluruh pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai perencanaan dan ketentuan yang telah ditetapkan sejak awal. Dengan demikian, hasil pembangunan nantinya tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat bagi aktivitas pendidikan dan para siswa.


*Kami harap pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan sejak awal, sesuai prosedurnya,” tegas Bayu. (Red/Ifan/ADV)

Beriklan

Tulisan ini memiliki 0 komentar

This Is The Newest Post
Previous article Previous Post

Advertisement

banner