banner

Senin, 05 Oktober 2026

author photo


Cahaya Perubahan
, Rejang Lebong - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Rejang Lebong terus mematangkan berbagai program pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.


Memasuki bulan September 2026, sejumlah kegiatan perencanaan di Bidang Cipta Karya maupun Bina Marga telah mulai direalisasikan.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Rejang Lebong, Luhur Budi Santoso, menegaskan prioritas pembangunan saat ini berfokus pada pengerjaan fisik yang langsung memberikan dampak dan manfaat positif bagi masyarakat.


"Hingga bulan September ini, kami sudah melaksanakan beberapa kegiatan perencanaan sebagai dasar di Bidang Cipta Karya dan Bina Marga. Untuk kegiatan lainnya yang belum, kita masih menunggu kepastian pada APBD Perubahan," ujar Luhur Budi Santoso kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).


Luhur menjelaskan, di Bidang Cipta Karya, fokus pengerjaan menyasar perbaikan drainase di Gang Cokro yang kondisinya telah rusak. Saat ini berkas pengadaan proyek tersebut sedang berproses di Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ).


Sementara di Bidang Bina Marga, dinas memprioritaskan pemeliharaan serta penambalan jalan berlubang di kawasan Talang Limbo dan sekitarnya. Berkas pengerjaan jalan ini juga telah dimasukkan ke UKPBJ untuk diproses.


"Proyek tersebut sudah masuk ke UKPBJ untuk berproses, namun saat ini belum sampai pada tahap pemilihan pemenang lelang," ungkapnya.


Selain proyek jalan dan drainase, Dinas PUPRPKP Rejang Lebong tengah menyelesaikan verifikasi program Rumah Tidak Laik Huni (RTLH) atau bedah rumah. Langkah ini sekaligus bentuk komitmen dinas dalam menuntaskan penyelesaian pengerjaan bedah rumah yang sempat tertunda pada tahun anggaran 2024.


"Untuk tahun 2026 ini, data penerima bantuan RTLH sudah final di angka 120 unit rumah. Angka ini disesuaikan dari usulan awal sebanyak 177 unit, mengingat kondisi penyesuaian anggaran serta hasil verifikasi kelayakan calon penerima di lapangan," jelas Luhur.


Luhur optimistis penyelesaian 120 unit RTLH ini sejalan dengan arah kebijakan dan visi-misi Bupati Rejang Lebong dalam mewujudkan masyarakat Rejang Lebong yang bahagia, sejahtera, dan istimewa.


Menanggapi sisa waktu pelaksanaan anggaran hingga akhir tahun, Luhur memastikan seluruh paket pekerjaan yang telah dilelangkan ke UKPBJ telah memperhitungkan aspek teknis secara cermat.


"Tim teknis sudah mengkaji secara matang. Insya Allah waktu pelaksanaannya terkejar sampai akhir tahun atau bulan Desember 2026. Namun, jika nanti ada yang secara teknis memang tidak memungkinkan selesai karena keterbatasan waktu, tentu akan kami sampaikan kepada atasan," tegasnya.


Luhur mengajak masyarakat dan insan pers untuk bersama-sama mendukung serta mengawasi pelaksanaan pengerjaan infrastruktur di Rejang Lebong agar berjalan lancar dan tepat mutu.


"Kami sangat mengharapkan dukungan dari masyarakat dan teman-teman media untuk menyampaikan informasi yang positif. Mari kita bersama-sama mendampingi dan menjaga agar pengerjaan berjalan lancar tanpa hambatan, demi terwujudnya pembangunan yang benar-benar menyentuh dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya. (Red)

Beriklan

Tulisan ini memiliki 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

banner