Selasa, 06 Januari 2026

author photo

 


Cahaya Perubahan
, Rejang Lebong - Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Rejang Lebong raih hasil nyata. Hal ini terbukti erdasarkan penilaian Kementerian PANRB Tahun 2025, Indeks SPBE Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong meraih predikat “Sangat Baik”. Ini menandakan kematangan tata kelola pemerintahan digital yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.


Di bawah kepemimpinan H.M. Fikri Thobari dan Wakil Bupati H. Hendri Praja, transformasi digital pemerintahan terus diperkuat untuk menghadirkan birokrasi yang efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


Bupati Rejang Lebong H.M. Fikri Thobari menegaskan bahwa capaian Indeks SPBE bukan sekadar prestasi administratif, melainkan wujud perubahan nyata dalam tata kelola pemerintahan.



“SPBE kami jadikan alat untuk mempercepat pelayanan, mempermudah masyarakat, serta memastikan pemerintahan berjalan transparan dan akuntabel. Yang terpenting, manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Bupati.


Sepanjang tahun 2025, penerapan SPBE mendukung berbagai program strategis daerah. Mulai dari peningkatan layanan kesehatan melalui program BPJS gratis dan pembenahan layanan RSUD Curup, inovasi pelayanan administrasi kependudukan Seven in One Disdukcapil, pelaksanaan PPDB Online, hingga penguatan keterbukaan informasi publik dan layanan pengaduan masyarakat berbasis digital.


Seiring dengan penguatan layanan digital, pembangunan infrastruktur fisik juga terus digencarkan. Jalan Sukowati sebagai salah satu ruas utama kota kini kembali mulus, akses Jalan Sukaraja–Pasar Atas semakin lancar, drainase perkotaan dibenahi untuk mengurangi genangan, serta penerangan jalan umum di sejumlah titik kota meningkatkan keamanan dan kenyamanan aktivitas warga.


Manfaat pembangunan tersebut dirasakan langsung masyarakat. Andi, pedagang di kawasan Simpang Sukaraja, mengaku penerangan jalan umum membuat aktivitas usaha malam hari semakin hidup. Hal serupa disampaikan Siti, pedagang Pasar Atas Curup, yang merasakan peningkatan jumlah pembeli setelah akses jalan diperbaiki.


Di wilayah pedesaan, perbaikan jembatan dan jalan strategis turut memperlancar mobilitas warga. Mulyadi, warga Desa Duku Ulu, menyampaikan apresiasinya atas perbaikan Jembatan Duku Ulu yang kini kembali aman dan nyaman dilalui, terutama untuk aktivitas ekonomi dan pendidikan.


Selain itu, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong juga menghadirkan ruang publik ramah keluarga melalui pembangunan playground di sekitar rumah dinas bupati serta membuka rumah dinas sebagai ruang interaksi masyarakat, memperkuat kedekatan antara pemerintah dan warga.


Sementara itu, Plt Kepala Bappeda Rejang Lebong Afreda Rotua Purba S.Hut M.Ling menjelaskan bahwa predikat SPBE “Sangat Baik” menunjukkan kematangan penerapan sistem pemerintahan digital di daerah.


Ia menyebut, capaian tersebut mencerminkan keberhasilan implementasi SPBE secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur teknologi, tata kelola data, keamanan informasi, hingga pengelolaan pengaduan masyarakat yang terintegrasi.


“Predikat sangat baik berarti Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong telah mampu menerapkan SPBE dengan tingkat kematangan tinggi, sehingga pelayanan publik dapat berjalan bersih, efektif, transparan, akuntabel, dan berkualitas melalui pemanfaatan teknologi informasi,” jelasnya.


Dengan capaian Indeks SPBE “Sangat Baik” serta berbagai program pembangunan yang terus berjalan, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan yang modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Pat Petulai. (Rilis)

Beriklan

Tulisan ini memiliki 0 komentar

This Is The Newest Post
Previous article Previous Post

Advertisement

banner