Minggu, 01 Februari 2026

author photo


Cahaya Perubahan
, Rejang Lebong - Pasca tuntas melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana Pendidikan melalui Program Strategis Nasional Revitalisasi Pendidikan tahun anggaran 2025, lima Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat SMP di Rejang Lebong melakukan pemaparan progres sekaligus kendala yang dialami selama pelaksanaan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Rejang Lebong, Senin (02/02/2025).


Kegiatan pemaparan dipimpin langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Intelejen, Hendra Mubarok SH. Dalam kegiatan tersebut, satu persatu Kepala Sekolah memaparkan pelaksanaan Revitalisasi di sekolah masing - masing.


Dikonfirmasi, Kepala Kejaksaan Negeri Rejang Lebong, Kiki Yonata SH. MH melalui Kasi Intelegen, Hendra Mubarok SH menjelaskan jika kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan program tersebut serta kendala - kendala yang terjadi selama pelaksanaan.


"Kegiatan Revitalisasi pendidikan merupakan program strategis nasional yang dilakukan pendampingan oleh Kejaksaan Agung melalui Kejati Bengkulu dan Kejaksaan Negeri Rejang Lebong. Untuk itu, hari ini kita mengundang rekan - rekan Kepala Sekolah tingkat SMP penerima untuk memaparkan pelaksanaan kegiatan tersebut," jelas Kasi Intelejen.


Dilanjutkannya, lima Kepala sekolah yang di undang untuk melakukan pemaparan yaitu Kepala Sekolah SMPN 9, SMPN 24, SMPN 18, SMP IT MJ dan SMPN 16 Rejang Lebong.


"Kita ingin tahu sejauh mana kegiatan revitalisasi yang dilaksanakan oleh pihak sekolah di tahun 2025 lalu. Karena itu kita mengundang sekolah yang bersangkutan, untuk melaporkan hasil kegiatan revitalisasi tersebut. Termasuk dengan pihak perencana pengawas, maupun fasilitator proyek yang bersangkutan," ungkapnya.


Selain itu, Kasi Intelejen juga menyampaikan, dari hasil pemaparan yang diterima pihaknya, memang ada beberapa kendala selama proses kegiatan revitalisasi dilaksanakan. Mulai dari keterbatasan waktu, bahkan suplai material yang membutuhkan waktu karena jarak tempuh yang lumayan. Akan tetapi meski begitu tegasnya, semua kendala yang ada bisa diselesaikan hingga revitalisasi tuntas secara keseluruhan.


"Kalau kendala pasti ada, namun bisa dituntaskan dan dilewati dengan baik oleh panitia maupun pihak sekolah yang mendapat bantuan revitalisasi. Yang jelas pekerjaan dan mekanisme pencairan anggarannya sudah selesai 100 persen," tutur kastel.


Sementara itu Mukhlis, Fasilitator Universitas Bengkulu yang turut melakukan pendampingan pada proyek revitalisasi mengatakan, progres revitalisasi yang dilaksanakan di Provinsi Bengkulu memang sudah selesai 100 persen. Namun ada beberapa catatan yang menjadi sorotan pihaknya, salah satunya keterbatasan waktu yang membuat pekerjaan menjadi kurang leluasa.


"Jika bantuan revitalisasi ini masih ada di tahun 2026, diharapkan waktu kegiatannya bisa lebih awal. Karena sebelum pengerjaan, semua material yang dibutuhkan juga harus disediakan. Apalagi saat ini, kondisi cuaca sangat mempengaruhi pekerjaan yang ada. Selebihnya tidak ada masalah dan kegiatan berjalan lancar," terang Mukhlis.


Disisi lain disampaikan Meri Sri Astuti, Kepala SMPN 9 Rejang Lebong yang sekolahnya mendapat bantuan revitalisasi. Bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat ini sangat membantu sekolah-sekolah yang memang membutuhkan pembangunan.


"Program revitalisasi ini bukan hanya rehab, namun ada juga pembangunan yang baru. Karena itu menurut kami, bantuan revitalisasi ini sangat membantu dan meningkatkan fasilitas pendidikan di sekolah," lanjutnya.


"Terkait dengan pengerjaannya lebih baik dikerjakan oleh pihak ketiga maupun swakelola, itu tergantung dengan keputusan pemerintah pusat. Kita pihak sekolah siap mengerjakan secara swakelola maupun pihak ketiga, sesuai dengan arahan dari pemerintah," singkat Meri. (Red)


Beriklan

Tulisan ini memiliki 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

banner