banner

Rabu, 11 Maret 2026

author photo


Cahaya Perubahan
, Rejang Lebong - Sesuai jadwal, Polres Rejang Lebong Polda Bengkulu, Kamis (13/03/2026) menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Nala 2026 dalam rangka pengamanan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah hukum Polres Rejang Lebong. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Rejang Lebong, AKBP Florentus Situngkir, S.I.K., M.H. ini dilaksanakan di Lapangan Apel Satya Haprabu Polres Rejang Lebong.


Rangkaian kegiatan apel dimulai dengan masuknya Komandan Apel ke lapangan, laporan Perwira Apel kepada pimpinan apel, hingga penghormatan umum kepada pimpinan apel. Kegiatan dilanjutkan dengan laporan Komandan Apel, prosesi penyematan pita tanda dimulainya Operasi Ketupat, penyampaian amanat pimpinan apel, pembacaan doa, serta diakhiri dengan penghormatan pasukan kepada pimpinan apel.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Rejang Lebong membacakan amanat Kapolri yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana dalam mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.



Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa perayaan Idul Fitri merupakan salah satu agenda nasional yang memiliki dampak besar terhadap mobilitas masyarakat serta perputaran ekonomi di berbagai daerah.


"Oleh karena itu, diperlukan kesiapan seluruh pihak agar pelaksanaan mudik dan perayaan hari raya dapat berjalan dengan aman, nyaman dan tertib," ujarnya.


Selanjutnya, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran tahun 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.


Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat tersebut, Polri bersama TNI serta stakeholder terkait melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan sebanyak 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi.


Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada dua periode, yakni 14 hingga 15 Maret 2026 serta 18 hingga 19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 hingga 25 Maret 2026 serta 28 hingga 29 Maret 2026.


Secara nasional, Polri telah menyiapkan sebanyak 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu. Pos-pos tersebut akan menjadi pusat informasi sekaligus pelayanan bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran.


Pengamanan juga difokuskan pada berbagai objek penting yang jumlahnya mencapai lebih dari 185 ribu titik, seperti masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, serta bandara.


Selain itu, dalam rangka menjaga kelancaran transportasi pada jalur penyeberangan, akan diterapkan sejumlah sistem pengaturan seperti delaying system, buffer zone, serta sistem first come first in. Tidak hanya itu, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok penting serta bahan bakar minyak juga menjadi perhatian penting selama masa Lebaran.


Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa beberapa potensi gangguan kamtibmas yang perlu diantisipasi antara lain kejahatan konvensional, aksi premanisme, balap liar, hingga potensi perkelahian antar kelompok masyarakat. Oleh karena itu, patroli rutin di titik-titik rawan akan terus ditingkatkan dengan melibatkan berbagai unsur pengamanan.


Selain pengamanan di lapangan, strategi komunikasi publik juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi. Masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai layanan kepolisian, pesan-pesan kamtibmas, hingga penerapan rekayasa lalu lintas selama masa mudik Lebaran.


Layanan Kepolisian melalui Call Center 110 juga dioptimalkan guna memberikan pelayanan yang cepat dan responsif kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan ataupun ingin melaporkan suatu kejadian.


Untuk diketahui, kegiatan yang dihadiri oleh unsur Forkopimda serta perwakilan instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat Nala 2026 ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong Iwan Sumantri, S.E., M.M. yang mewakili Bupati Rejang Lebong, Ketua DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan, Kasdim 0409/Rejang Lebong Mayor Inf. Asri Wuri Hendra Dewa, perwakilan Kejaksaan Negeri Rejang Lebong Muhammad Faisal Alfadil, serta Panitera Pengadilan Agama Curup Helni Ariyadi.


Selain itu turut hadir Wadanyon Brimob A Pelopor AKP Michael Sadar, Danden Sub POM Kapten Cpm Wahyu Hidayat, para Pejabat Utama Polres Rejang Lebong, para Kapolsek jajaran, Kepala Dinas Perhubungan Rahmad Suryadi, S.Sos., Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong Riki Irawan, S.Sos., Kabid Perdagangan Disperindagkop Samsul Bahri, perwakilan Kemenag Rejang Lebong Suharto, S.Ag., serta sejumlah pimpinan instansi lainnya seperti BPBD, Satpol PP, Jasa Raharja, hingga perwakilan Senkom Mitra Polri.


Dalam apel tersebut, berbagai unsur pasukan gabungan turut dilibatkan sebagai peserta gelar pasukan. Di antaranya barisan Perwira Polres Rejang Lebong, personel Kodim 0409/Rejang Lebong, Batalyon Brimob A Pelopor, Sat Samapta Polres Rejang Lebong, Sat Lantas Polres Rejang Lebong, gabungan staf Polres Rejang Lebong, serta gabungan personel dari Sat Reskrim, Sat Intelkam dan Sat Resnarkoba.


Selain itu, unsur pemerintah daerah dan organisasi masyarakat juga turut ambil bagian dalam apel tersebut, seperti barisan Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, Senkom Mitra Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), serta Saka Bhayangkara.(Rilis)

Beriklan

Tulisan ini memiliki 0 komentar

This Is The Newest Post
Previous article Previous Post

Advertisement

banner