banner

Kamis, 09 April 2026

author photo


Cahaya Perubahan
, Rejang Lebong - Secara tegas, Plt Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP, M.Si, menginstruksikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar segera melaksanakan proses pematangan program pembangunan lokasi wisata Danau Mas Harus Bastari (DMHB) pada tahun 2016 ini. Sehingga pelaksanaan revitalisasi pembangunan DMHB bisa dilaksanakan pada tahun anggaran 2027 mendatang.


Hal ini disampaikan Plt Bupati saat meninjau langsung lokasi wisata DMHB di Kecamatan Selupu Rejang bersama Asisten I Setdakab Rejang Lebong Bobby Harpa Santana, S.STP, M.Si, Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, serta Plh Kepala Dinas PUPRPKP Rejang Lebong Luhur Budi Santoso, ST.


Untuk diketahui, peninjauan dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan DMHB mendapat perhatian serius, sekaligus sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong perubahan nyata di salah satu ikon wisata Rejang Lebong tersebut.


Plt Bupati Hendri menegaskan, DMHB memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimaksimalkan. Lokasinya yang strategis di jalur lintas Curup–Lubuklinggau, udara yang sejuk, serta panorama alam yang terbuka menjadikan kawasan ini memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan.


Menurutnya, DMHB termasuk objek wisata yang lengkap. Selain suasana dan pemandangan yang menjadi kekuatan utama, kawasan ini juga berada dekat dengan destinasi lain yang sama menarik, seperti Taman Wisata Alam Bukit Kaba.


“DMHB adalah objek wisata yang komplet, mulai dari suasananya, pemandangannya dan lokasinya. Apalagi tidak jauh dari DMHB ini terdapat Taman Wisata Alam Bukit Kaba, juga menjadi daya tarik tersendiri,” kata Plt Bupati Hendri.


Ia berharap pembenahan fasilitas dapat membuat wisatawan lebih nyaman, sehingga kunjungan meningkat dan berdampak langsung terhadap pendapatan daerah serta ekonomi masyarakat sekitar.


“Dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung, berdampak pula pada sektor ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.


Selain faktor lokasi dan alam, DMHB juga diproyeksikan akan semakin strategis dalam beberapa tahun ke depan. Tidak jauh dari kawasan danau, akan berdiri SMA Unggul Garuda, yang siswanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran sekolah tersebut diperkirakan akan memberi efek domino terhadap aktivitas wisata dan perputaran ekonomi di sekitar DMHB.


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Riki Irawan, S.Sos, M.Si, mengatakan pemerintah daerah sebenarnya sudah memiliki master plan pengembangan DMHB. Namun selama ini, rencana tersebut belum berjalan optimal.


“Plt Bupati menginstruksikan agar rencana pengembangan Objek Wisata DMHB mulai dimatangkan sejak tahun 2026 ini, sehingga pada tahun 2027 sudah bisa dilaksanakan pembangunannya,” jelas Riki.


Riki menambahkan, saat ini DMHB telah menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp31 juta, dari target PAD tahunan yang diproyeksikan mencapai Rp300 juta. Ia optimistis, jika revitalisasi terealisasi, angka kunjungan wisatawan akan naik signifikan dan berbanding lurus dengan peningkatan PAD.


Terlebih, dengan adanya Perda Rejang Lebong sebagai Kabupaten Wisata, pemerintah daerah ingin agar regulasi tersebut tidak hanya menjadi dokumen, melainkan diwujudkan melalui langkah nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


“Plt Bupati menginginkan agar segera dieksekusi dengan tindakan nyata, sehingga berdampak pada kunjungan wisata ke Rejang Lebong,” tegasnya. (Red)

Beriklan

Tulisan ini memiliki 0 komentar

This Is The Newest Post
Previous article Previous Post

Advertisement

banner