Cahaya Perubahan, Lebong - Pembukaan badan jalan di Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, terus bergulir. Memasuki hari keenam pelaksanaan, pekerjaan telah mencapai progres 45 persen atau sekitar 400 meter dari target panjang jalan kurang lebih 900 meter.
Untuk diketahui, pekerjaan pembukaan badan jalan tersebut dilakukan sebagai solusi atas ruas jalan Talang Ratu–Rimbo Pengadang yang selama ini kerap diterjang longsor saat musim hujan. Jalur baru itu nantinya akan menjadi akses pengganti sehingga masyarakat tidak lagi melintasi titik-titik yang rawan longsor.
Anggota Koramil 409-08/Rimbo Pengadang, Serda Ade Prima Jang Jaya, mengatakan, pembukaan badan jalan merupakan hasil sinergi antara TNI, Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan Pemerintah Kabupaten Lebong. Dalam program Karya Bakti TNI, personel TNI bertugas membuka badan jalan, sedangkan pekerjaan lanjutan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR).
“TNI hanya bertugas melakukan pembukaan badan jalan. Setelah itu, pekerjaan lanjutan seperti pengerasan maupun pengaspalan akan dilaksanakan oleh Dinas PUTR Provinsi Bengkulu karena ruas jalan ini merupakan kewenangan pemerintah provinsi,” kata Ade, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini proses pembukaan badan jalan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Apabila kondisi cuaca tetap mendukung, pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 40 hari.
“Mudah-mudahan tidak ada kendala sehingga target penyelesaian dalam 40 hari dapat tercapai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, ST, mengatakan pembukaan badan jalan melalui Program Karya Bakti TNI merupakan kebijakan Gubernur Bengkulu untuk menekan biaya pembangunan.
Menurut Tejo, apabila pembukaan badan jalan dikerjakan tanpa melibatkan TNI, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Melalui Program Karya Bakti TNI, biaya pelaksanaan dapat ditekan.
“Pak Gubernur menggandeng TNI melalui Program Karya Bakti agar biaya pembukaan badan jalan dapat ditekan,” ujar Tejo.
Ia menambahkan, pembukaan badan jalan ditargetkan rampung tahun ini dan akan dilanjutkan dengan pekerjaan pengoralan sebagai lapis dasar sebelum pengaspalan. Sementara itu, pelaksanaan pengaspalan akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan waktu pengerjaan.
“Kalau pekerjaannya selesai lebih cepat, akan langsung dilanjutkan pengaspalan. Namun jika belum memungkinkan, pengaspalan akan dilanjutkan pada tahun depan,” pungkasnya. (Red/Rilis)


Tulisan ini memiliki 0 komentar