banner

Senin, 28 September 2026

author photo


Cahaya Perubahan
, Kepahiang - Harapan dan asa Warga Desa Durian Depun Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang untuk mendapatkan akses lalulintas yang memadai akhirnya terwujud. Pasalnya, melalui program jembatan perintis Garuda, jembatan kayu menuju akses pemakaman umum dan perkebunan wilayah setempat akhirnya mulai dibangun oleh Kodim 0409 Rejang Lebong.


Jembatan tersebut kondisi awalnya hanya terbuat dari kayu yang mulai rapuh. Sementara, jembatan tersebut adalah satu satunya akses yang bisa dilalui Warga jika ingin mengeluarkan hasil bumi serta pemakaman umum.


Rencananya, jembatan sepanjang 12 meter dengan lebar 3 meter itu nantinya dibangun secara permanen, dengan pelaksanaan dipercayakan kepada Kodim 0409/Rejang Lebong.


Bagi warga Durian Depun, pembangunan jembatan ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, jembatan tersebut menjadi jawaban atas kekhawatiran yang selama bertahun-tahun mereka rasakan.


Lurah Durian Depun, Rahmat Gusti, mengungkapkan rasa syukur sekaligus terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.


“Kami atas nama warga Kelurahan Durian Depun sangat bersyukur dan berterima kasih atas program Bapak Presiden Prabowo yang akan membangun jembatan kami. Jembatan ini merupakan akses vital warga, baik untuk menu

ju TPU maupun untuk mengangkut hasil bumi,” ujar Rahmat.


Menurutnya, kondisi jembatan lama memang sudah cukup memprihatinkan. Karena itu, pembangunan jembatan permanen sangat dinantikan masyarakat.


“Kami juga berterima kasih kepada Kodim 0409/Rejang Lebong yang akan membangun jembatan ini. Semoga pembangunannya berjalan lancar dan jembatan ini segera bisa dinikmati oleh seluruh warga,” tambahnya.


Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Durian Depun diharapkan mampu memberikan perubahan nyata bagi aktivitas masyarakat.


Selama ini, kondisi jembatan yang rapuh tidak hanya menjadi persoalan keselamatan, tetapi juga menjadi kendala bagi warga yang menggunakan akses tersebut untuk membawa hasil pertanian.


Dengan hadirnya jembatan permanen, warga berharap mobilitas menuju kawasan pertanian, TPU maupun akses lainnya menjadi lebih aman dan mudah.


Bagi masyarakat, jembatan itu nantinya bukan hanya beton, besi dan konstruksi.


Di sana ada harapan untuk melintas tanpa rasa takut, membawa hasil bumi dengan lebih mudah, serta menjalankan aktivitas sehari-hari dengan akses yang lebih layak.


Dari jembatan kayu yang selama bertahun-tahun menjadi sumber kekhawatiran, warga Durian Depun kini menatap jembatan permanen yang mereka harapkan mampu bertahan dan menjadi penghubung bagi aktivitas masyarakat dalam waktu yang panjang. (Red/RIlis)

Beriklan

Tulisan ini memiliki 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

banner