banner

Sabtu, 12 September 2026

author photo


Cahaya Perubahan
, Rejang Lebong - Berbagai upaya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar hingga ke wilayah terpelosok terus digencarkan. Teranyar,  Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes TNI AD) bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) akan menggulirkan program Karya Bhakti TNI skala besar di Provinsi Bengkulu.

Program tersebut menyasar 10 kabupaten dan kota di Bengkulu dengan menggabungkan pembangunan infrastruktur dasar dan bantuan sosial.


Pelaksanaannya akan melibatkan TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Di wilayah teritorial Kodim 0409/Rejang Lebong, program ini akan menyasar tiga kabupaten, yakni Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong.


Komandan Kodim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla mengatakan, Karya Bhakti TNI skala besar tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang masih membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur.


"Program yang melibatkan kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat ini didukung pembiayaan gabungan dari APBD masing-masing daerah serta pemerintah pusat melalui Kemendes dan Mabes AD. Program ini digagas oleh Panglima Kopassus dan Mendes," ujar Dandim, Sabtu 12 September 2026.


Menurut dia, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh kebutuhan sosial masyarakat melalui sejumlah kegiatan nonfisik.


Untuk sasaran fisik, Karya Bhakti akan diarahkan pada pembukaan akses jalan, pembangunan sumur bor, renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), hingga pembangunan maupun rehabilitasi jembatan.


Sementara pada sektor nonfisik, bantuan akan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk penyediaan alat bantu bagi penyandang disabilitas seperti kaki palsu dan kursi roda.


"Program ini diharapkan dapat membantu mempercepat pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat," kata Dandim.


Untuk memastikan pelaksanaan program sesuai kebutuhan di lapangan, jajaran Kodim 0409/Rejang Lebong bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong sebelumnya telah mengikuti rapat koordinasi bersama Komandan Korem 041/Garuda Emas Bengkulu secara daring.


Dari tiga daerah yang berada dalam wilayah teritorial Kodim 0409/Rejang Lebong, masing-masing pemerintah daerah juga telah menyampaikan sejumlah usulan prioritas.


Di Kabupaten Lebong, pemerintah daerah mendorong agar program tersebut diarahkan untuk membuka akses menuju Desa Sungai Lisai, salah satu wilayah yang berada di kawasan terluar.


Bupati Lebong Azhari mengatakan, masih terdapat sekitar 7,4 kilometer jalan yang perlu dituntaskan agar Desa Sungai Lisai dapat terhubung dengan wilayah lainnya.

Menurut dia, dukungan Karya Bhakti TNI menjadi angin segar di tengah keterbatasan kemampuan anggaran pemerintah daerah.


"Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan Karya Bhakti dari Mabes AD ini agar Desa Sungai Lisai segera terhubung dengan desa lain. Selain usulan jembatan dan sumur bor, kami juga menyiapkan lahan sekitar 100 hektare untuk lokasi pembangunan markas Yon TP," ujar Azhari.


Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kepahiang mengusulkan peningkatan struktur jembatan sepanjang sekitar 10 meter yang menjadi akses penghubung Desa Cinto Mandi dengan Desa Langgar Jaya, Kecamatan Bermani Ilir.


Wakil Bupati Kepahiang Abdul Hafizh menyebutkan, pembangunan dan peningkatan jembatan tersebut penting untuk mendukung akses masyarakat di kedua wilayah.


"Melalui program ini, prioritas kita ialah pembangunan jembatan di wilayah yang membutuhkan," ujarnya.


Adapun Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mengusulkan sejumlah kebutuhan dasar masyarakat untuk menjadi bagian dari sasaran Karya Bhakti TNI.


Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Hendri Praja mengajukan pembangunan sumur bor, sarana mandi, cuci, kakus (MCK), rehabilitasi jembatan, hingga perbaikan rumah ibadah.


Hendri menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan, terutama ketika pemerintah daerah masih dihadapkan pada keterbatasan anggaran.


"Di tengah efisiensi anggaran saat ini, sinergi Karya Bhakti skala besar ini sangat membantu percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat," singkat Hendri. (Red/rilis)

Beriklan

Tulisan ini memiliki 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

banner