banner

Minggu, 06 September 2026

author photo


Cahaya Perubahan
, Bengkulu - Sebagai upaya mengantisipasi sebaran abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau yang berdampak bagi kesehatan Masyarakat, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han)., mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar rumah.


Imbauan tersebut disampaikan Pangdam XXI/Radin Inten melalui informasi kewaspadaan yang dikeluarkan pada 4 September 2026. Dalam imbauannya, masyarakat diminta tidak menganggap sepele sebaran abu vulkanik karena paparan material tersebut dapat berdampak terhadap kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan.


“Kalau tidak ada kegiatan mendesak, usahakan tetap di dalam rumah. Namun, jika harus keluar, pastikan selalu menggunakan masker dan kacamata,” demikian imbauan Pangdam.


Berdasarkan informasi yang disampaikan Kodam XXI/Radin Inten, paparan abu vulkanik terdeteksi menyebar ke sejumlah wilayah, di antaranya Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat masyarakat yang berada di wilayah terdampak diminta mengambil langkah perlindungan diri, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.


Pangdam mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan tetap waspada terhadap perubahan kondisi lingkungan. Jika terpaksa harus keluar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dan kacamata pelindung untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.


Tak hanya perlindungan saluran pernapasan, masyarakat juga diminta segera membersihkan tubuh dan pakaian setelah kembali dari luar rumah. Abu vulkanik dapat menempel pada pakaian maupun tubuh dan berpotensi menyebabkan gangguan apabila paparan tidak segera dibersihkan.


"Dari sisi kesehatan, abu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah gangguan, mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata hingga gangguan kulit. Karena itu, masyarakat tidak boleh mengabaikan gejala kesehatan yang muncul setelah terpapar abu," terangnya.


Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok masyarakat yang dinilai paling rentan terhadap dampak abu vulkanik. Kelompok tersebut meliputi anak-anak, lanjut usia, penderita penyakit pernapasan kronis serta penderita penyakit kardiovaskular.


Karena itu Kodam XXI/Radin Inten juga memberikan langkah penanganan apabila abu vulkanik masuk ke mata. Masyarakat diminta tidak menggosok mata, melainkan segera membersihkannya menggunakan air bersih dan menggunakan obat tetes mata apabila diperlukan.


“Semua puskesmas sudah kita siapkan untuk menangani kondisi tersebut,” kata Pangdam dalam imbauannya.


Sebagai bagian dari langkah antisipasi, Kodam XXI/Radin Inten menginstruksikan penguatan koordinasi tanggap darurat kesehatan, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, serta memastikan distribusi logistik medis berjalan dengan baik.


Pemantauan terhadap sebaran abu vulkanik juga menjadi perhatian. Langkah tersebut diperlukan agar perkembangan kondisi di lapangan dapat segera direspons dan masyarakat memperoleh informasi maupun penanganan yang tepat.


Pangdam XXI/Radin Inten turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari kanal pemerintah maupun instansi berwenang terkait perkembangan aktivitas vulkanik dan potensi dampaknya.


"Jika masyarakat mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik, terutama gangguan pernapasan, iritasi mata maupun keluhan lainnya, masyarakat dianjurkan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," pungkasnya.


Imbauan Pangdam XXI/Radin Inten ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sebaran abu vulkanik bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat. Kewaspadaan, penggunaan alat pelindung diri, serta kepatuhan terhadap informasi resmi menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko selama kondisi tersebut berlangsung. (Red)

Beriklan

Tulisan ini memiliki 0 komentar

This Is The Newest Post
Previous article Previous Post

Advertisement

banner