banner

Jumat, 11 September 2026

author photo


Cahaya Perubahan
, Kepahiang -  Riuh masyarakat yang sejak beberapa hari terakhir memenuhi lapangan Segitiga depan Kejaksaan Kabupaten Kepahiang, akhirnya ditutup dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.


Penutupan Pasar Rakyat Tahun 2026, Rabu malam (2/9/2026), berlangsung meriah. Masyarakat dari berbagai kalangan tampak antusias menikmati malam terakhir kegiatan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka.


Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Kepahiang Gregory Dayefiandro, S.E., M.Sc., didampingi Plt. Sekretaris DPRD Kabupaten Kepahiang.


Bagi masyarakat, Pasar Rakyat bukan sekadar tempat mencari hiburan. Di balik keramaian dan gemerlap lampu malam, ada pedagang kecil yang menggantungkan harapan dari setiap pembeli yang datang.


Ada makanan dan minuman yang laris terjual, produk UMKM yang semakin dikenal, hingga para pelaku usaha kecil yang mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan masyarakat.


Kondisi inilah yang dinilai menjadi salah satu sisi penting dari pelaksanaan Pasar Rakyat Tahun 2026.


Ketua DPRD Kabupaten Kepahiang Gregory Dayefiandro mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung seperti Pasar Rakyat memiliki nilai positif karena mampu memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk bergerak.


“Kita tentu mengapresiasi kegiatan seperti ini. Bukan hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi UMKM dan pelaku usaha kecil untuk berkembang,” ujar Gregory.


Ia berharap kegiatan serupa ke depan dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak pelaku UMKM lokal, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mampu memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.


“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus menjadi ruang bagi masyarakat untuk berusaha, berkarya dan memperkenalkan produk-produk lokal Kepahiang,” tambahnya.


Sementara itu, penutupan Pasar Rakyat 2026 menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan yang telah menyedot perhatian masyarakat selama pelaksanaannya.


Keramaian perlahan berakhir. Lapak-lapak pedagang mulai bersiap meninggalkan lokasi. Namun, bagi para pelaku UMKM, harapan dari kegiatan tersebut diharapkan tidak ikut berakhir bersama ditutupnya pasar rakyat.


Sebab, di balik sebuah kegiatan rakyat, ada denyut ekonomi kecil yang terus bergerak.


Ada pedagang yang ingin dagangannya semakin dikenal. Ada pelaku UMKM yang berharap produknya mendapat pelanggan baru. Dan ada masyarakat yang ingin ruang-ruang ekonomi seperti ini terus hadir di Kabupaten Kepahiang.


Pasar Rakyat 2026 pun akhirnya ditutup bukan hanya dengan meninggalkan kemeriahan, tetapi juga dengan sebuah harapan: agar geliat ekonomi masyarakat Kepahiang terus hidup dan semakin tumbuh. (Red)

Beriklan

Tulisan ini memiliki 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

banner