banner

Minggu, 25 Oktober 2026

author photo


Cahaya Perubahan
, Rejang Lebong - Sesuai jadwal, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Sabtu (24/10/2026) menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor Periode II Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Rektorat Lantai I IAIN Curup ini berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan.


Sidang senat terbuka secara resmi dibuka oleh Ketua Senat IAIN Curup, Prof. Dr. Yusefri, M.Pd., dan dihadiri Rektor IAIN Curup Prof. Dr. Idi Warsah, M.Pd.I., Wakil Rektor I, II, dan III, sekretaris senat, Direktur Pascasarjana, para dekan dan wakil dekan, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga wisudawan.


Untuk diketahui, pelaksanaan wisuda dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berlangsung pada pagi hari bagi lulusan Pascasarjana, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), serta Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI). Sementara itu, sesi kedua dilaksanakan pada siang hari bagi lulusan Fakultas Tarbiyah.


Sementara, pada Wisuda Periode II Tahun 2026 ini, IAIN Curup mengukuhkan sebanyak 647 wisudawan dari jenjang sarjana, magister, dan doktor. Jumlah tersebut terdiri atas 42 lulusan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), 170 lulusan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI), 352 lulusan Fakultas Tarbiyah, serta 83 lulusan Pascasarjana. Capaian ini menjadi bagian dari komitmen IAIN Curup dalam melahirkan sumber daya manusia terdidik yang siap berkontribusi melalui berbagai bidang keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat.


Dalam sambutannya pada sesi pertama, Rektor IAIN Curup menyampaikan apresiasi mendalam kepada para lulusan yang telah berjuang menyelesaikan pendidikan, khususnya pada jenjang magister dan doktor. Ia menyadari bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, bahkan kebersamaan bersama keluarga.


"Saya mengajak para lulusan agar memaknai pendidikan sebagai perjalanan yang terus berkembang. Jenjang sarjana merupakan proses menemukan jalan, pendidikan magister menjadi sarana menerangi jalan, sedangkan jenjang doktor diharapkan mampu melahirkan jalan baru yang bermanfaat bagi orang lain," ujarnya.


Menurutnya, semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab moral yang harus diemban. Gelar akademik hendaknya tidak menjadi sumber kesombongan, melainkan amanah untuk menghadirkan solusi, melahirkan karya, dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.


Rektor juga berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga kejujuran, kerendahan hati, serta nama baik almamater di mana pun mereka mengabdikan ilmu dan keahliannya.


Sementara itu, pada sesi kedua yang diikuti lulusan Fakultas Tarbiyah, Rektor menyampaikan pesan khusus mengenai pentingnya keteladanan seorang pendidik. Ia menegaskan bahwa lulusan Tarbiyah memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk masa depan bangsa melalui pendidikan yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga kejujuran, adab, dan nilai-nilai kemanusiaan.


Dalam pesannya, Rektor mengajak para lulusan memegang tiga nilai utama dalam menjalani kehidupan, yakni bersyukur, ikhlas, dan memaafkan. Ketiganya diharapkan menjadi bekal untuk menghadapi tantangan, menjaga ketulusan dalam mengajar, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama.


Ia juga mendorong para lulusan untuk tidak mudah menyerah menghadapi keterbatasan lapangan pekerjaan, tetapi terus mengembangkan kreativitas, menciptakan peluang, dan menjadi pribadi yang tangguh. Bagi calon pendidik, keberhasilan bukan semata diukur dari kemampuan menyampaikan materi pelajaran, melainkan juga dari keteladanan dan kasih sayang yang diberikan kepada peserta didik.


Selain menjadi momentum pengukuhan kelulusan, Wisuda Periode II Tahun 2026 turut memberikan apresiasi kepada para wisudawan berprestasi berdasarkan Surat Keputusan Rektor IAIN Curup Nomor 560 Tahun 2026 tertanggal 14 Oktober 2026.


Untuk kategori indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi, penghargaan tingkat Pascasarjana diraih Deli Susanti, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (S2), dengan IPK sempurna 4,00.


Pada tingkat sarjana, penghargaan diberikan kepada Rindra Purnama dari FUAD dengan IPK 3,96, Dita Rafizka dari Fakultas Tarbiyah dengan IPK 3,99, serta Nanda Wipanda dari FSEI dengan IPK 3,95. Seluruh penerima penghargaan IPK tertinggi tersebut memperoleh predikat cum laude.


Pada kategori tesis dan disertasi terbaik, penghargaan diberikan kepada Mardalena dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (S3) dan Ade Sonnie Aglesia dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (S2).


Sementara itu, kategori skripsi terbaik diraih oleh Mila Anggraini dari FUAD, Ulya Niammah dari Fakultas Tarbiyah, dan Bunga Valentina dari FSEI.


Penghargaan wisudawan berprestasi juga diberikan kepada Puji Rahayu dari FUAD, Ulya Niammah dari Fakultas Tarbiyah, serta Indah Puji Lestari dari FSEI atas berbagai capaian mereka dalam bidang akademik maupun kompetisi. (Red/rilis)

Beriklan

Tulisan ini memiliki 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

banner