banner

Jumat, 13 Maret 2026

author photo


Cahaya Perubahan
, Rejang Lebong - Seorang lansia bernama Ismail (65) Warga Desa Seguring Kecamatan Curup Utara adalah pria yang kesehariannya bekerja sebagai Pengrajut Tali Limbah plastik. Melalui ketangkasan tanggannya, tali limbah plastik bisa menjadi aneka keranjang dan tas belanja. Namun, di balik ketangkasannya, tersimpan cerita pilu tentang perjuangan bertahan hidup di sebuah pondok papan yang hampir roboh.


Ismail diketahui hidup sebatang kara di Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Selama bertahun-tahun, ia menempati gubuk berpapan rapuh dengan atap yang bocor di sana-sini.


"Kalau malam hari angin masuk lewat lubang papan yang rusak. Anginnya terasa menusuk tulang dan dingin," Ucap Ismail sambil tersenyum getir, baru - baru ini. 



Penderitaan Ismail memuncak saat hujan turun di malam hari. Karena atap yang bocor parah, bagian dalam pondoknya seringkali basah kuyup. Agar bisa tetap memejamkan mata, Ismail terpaksa membungkus badannya dengan karung atau plastik sebagai selimut dimalam hari.


"Biarlah hujan semalaman, yang penting badan tidak basah," tuturnya.


Nafas lega pun menghampiri sosok Ismail di bulan Februari 2026 lalu lantaran kegiatan TMMD Ke - 127 yang dibuka Selasa (10/02/2026) laku memberikan angin segar bagi kehidupan layak Ismail.


Dimana ia menjadi salah satu warga yang terpilih menerima sasaran program rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0409/Rejang Lebong.


Kini, Ismail tinggal di rumah permanen berukuran 6x6 meter dengan lantai semen dan aliran listrik. Semangatnya menganyam keranjang pun berlipat ganda.


Dari hasil penjualannya ke petani, ia mampu mengantongi Rp 1,5 juta per bulan—angka yang cukup untuk menghidupi dirinya sendiri dengan layak.


Sementara itu, hal senada juga dirasakan oleh Rozi (70), seorang pengumpul batu yang sebelumnya tinggal di gubuk tanpa sanitasi dan listrik di bawah jurang. Lewat program yang sama, kini ia memiliki rumah semi-permanen lengkap dengan MCK dan air bersih.


Di konfirmasi, Komandan Kodim (Dandim) 0409 Rejang Lebong, Letkol. Inf. Agung Lewis Oktorada, M.Tr.Opsla membenarkan hal tersebut. Dimana ia menjelaskan, bahwa selain merehab lima rumah warga dan membangun sumur bor di enam titik, TMMD kali ini juga membangun infrastruktur jalan sepanjang 4,1 kilometer.


"Jalan ini menghubungkan lima desa sekaligus menjadi jalan produksi pertanian," jelas Agung.


Program TMMD ini juga menyasar aspek pendidikan dengan menggelar kursus Bahasa Inggris gratis bagi 30 anak desa selama empat bulan.


"Kami ingin anak-anak di desa memiliki bekal agar bisa berkompetisi ke depannya," tegas Agung.


Kepala Desa Seguring, Yan Husin Damiri, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perubahan besar di desanya. (Ifan/rilis)

Beriklan

Tulisan ini memiliki 0 komentar

This Is The Newest Post
Previous article Previous Post

Advertisement

banner