banner

Rabu, 04 November 2026

author photo


Cahaya Perubahan
, Rejang Lebong - Sejumlah pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Rejang Lebong  mendapat perhatian pemerintah pusat. Melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026, pembangunan dan preservasi jalan di Kelurahan Air Duku, Kabupaten Rejang Lebong resmi dimulai ditandai dengan pelaksanaan titik nol yang dilakukan oleh Anggota DPR RI Erna Sari Dewi, PLT Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu, Zepnat Kambu, Kamis (5/11/2026) pagi.


Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kapolres Rejang Lebong, anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong dari Fraksi Partai NasDem, yakni Putra Mas Wigoro, Beni Heryanto, dan Rizal Tahsin.


Dalam kesempatan tersebut, Erna Sari Dewi menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas pelaksanaan Program IJD yang dinilai memberikan kesempatan lebih luas bagi daerah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur.


"Kemudian, tentu, apresiasi yang setinggi-tingginya juga kepada Menteri PUPR , ya, beserta seluruh jajarannya dan pihak Balai, Pemda yang luar biasa juga menyiapkan dan mengajukan usulan. Saya memperjuangkan anggaran, ini sebagian dari aspirasi saya. Saya merasakan sinergi positif sekali," ujarnya. 



Menurut Erna, pembangunan jalan di Air Duku merupakan bagian dari aspirasi yang turut diperjuangkannya di tingkat pusat. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, balai, dan legislatif menjadi faktor penting dalam mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur.


"Alhamdulillah, hari ini kita sudah melaksanakan titik nol pembangunan jalan di Air Duku dengan panjang 3,3 kilometer. Kita berharap ke depan masih ada kelanjutan sekitar lima kilometer lagi hingga dapat menghubungkan sampai ke kawasan Bukit Kaki Kaba," ujar Erna.


Ia menjelaskan, keberadaan jalan tersebut memiliki peran strategis karena melintasi kawasan sentra pertanian hortikultura dan perkebunan serta menghubungkan sejumlah desa.


Dengan adanya peningkatan kualitas jalan, masyarakat diharapkan dapat menikmati akses transportasi yang lebih aman dan nyaman. Selain itu, kelancaran distribusi hasil pertanian dan perkebunan juga diyakini akan berdampak terhadap peningkatan produktivitas serta perekonomian masyarakat.


Erna menegaskan, perjuangan pembangunan infrastruktur di Rejang Lebong tidak berhenti pada pekerjaan yang saat ini mulai dilaksanakan. Sejumlah usulan lain juga telah masuk dalam daftar prioritas berikutnya dan akan kembali dibahas bersama pemerintah daerah serta pihak terkait.


"Untuk beberapa usulan lainnya, sudah kita bicarakan dan ada yang masuk dalam daftar prioritas. Nanti kita duduk bersama kembali untuk menentukan mana yang akan kita dorong anggarannya dan kita kawal bersama," katanya.


Erna juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan mengawasi pelaksanaan pembangunan agar pekerjaan yang dilakukan memenuhi standar kualitas serta dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.


Ia menambahkan, pihaknya bersama Plt Bupati Rejang Lebong dan Kepala BPJN Bengkulu telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik yang menjadi prioritas pembangunan untuk tahun 2027.


Menurutnya, pemerataan alokasi anggaran infrastruktur harus terus diperjuangkan agar seluruh kabupaten di Provinsi Bengkulu memperoleh kesempatan yang sama dalam pembangunan.


Sementara itu, Plt Bupati Rejang Lebong menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pekerjaan Umum, BPJN Bengkulu, serta Erna Sari Dewi yang telah memperjuangkan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Rejang Lebong.


Hendri menilai pembangunan jalan melalui program IJD merupakan langkah nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung aktivitas ekonomi.


"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat, Kementerian PU, BPJN Bengkulu, serta Ibu Erna Sari Dewi yang telah memperjuangkan pembangunan jalan ini. Tentu ini sangat berarti bagi masyarakat kami," ungkapnya.


Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong akan terus berupaya memperjuangkan kebutuhan pembangunan infrastruktur ke pemerintah pusat melalui koordinasi dan penyampaian usulan-usulan prioritas daerah.


"Kami akan terus berkoordinasi dan memperjuangkan kebutuhan pembangunan infrastruktur Rejang Lebong ke pemerintah pusat. Harapan kami, pembangunan jalan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat berlanjut sehingga konektivitas wilayah semakin baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tambahnya.


Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk mendukung serta ikut mengawasi proses pengerjaan pembangunan jalan tersebut agar hasilnya sesuai spesifikasi dan memiliki kualitas yang baik.


Disisi lain, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu saat ini dijabat oleh Dr. Ir. Zepnat Kambu, .menjelaskan bahwa pada 2026 terdapat sekitar 56 paket usulan pembangunan jalan dari pemerintah daerah di seluruh Provinsi Bengkulu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 paket lolos verifikasi balai, sedangkan tiga paket lainnya tidak lolos.


Selanjutnya, dari proses seleksi di tingkat pusat, sebanyak 36 paket dinyatakan lolos. Namun, hingga saat ini baru 15 paket pekerjaan fisik dan dua paket pengawasan yang telah mendapatkan alokasi atau total 17 paket.


"Masih ada paket yang tersimpan di pusat. Kita doakan bersama agar dalam sisa waktu yang ada bisa kembali keluar alokasinya. Jika belum, mudah-mudahan dapat diperjuangkan pada tahun berikutnya," jelasnya.


Ia juga menyampaikan apresiasi atas perjuangan Erna Sari Dewi sebagai anggota Komisi V DPR RI yang dinilai memberikan kontribusi besar dalam memperjuangkan alokasi pembangunan infrastruktur bagi Provinsi Bengkulu.


Menurutnya, apabila seluruh usulan IJD yang telah lolos dapat terealisasi, total alokasi program tersebut di Provinsi Bengkulu berpotensi mendekati Rp800 miliar. Sementara anggaran yang telah keluar hingga saat ini hampir mencapai Rp300 miliar.


Kepala BPJN Bengkulu turut mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan infrastruktur berkualitas.


Dengan dimulainya pembangunan jalan di Kelurahan Air Duku melalui Program IJD 2026, diharapkan aksesibilitas masyarakat semakin meningkat, konektivitas kawasan pertanian semakin baik, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Rejang Lebong. (Red/rilis)

Beriklan

Tulisan ini memiliki 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

banner